Siapkah Anda untuk menghadapi MEA 2015 ? Mampukah Anda bersaing dengan berbagai Negara yang akan memasuki wilayah dan area pasar kita ? Hal yang paling mendasar yang dapat membuat kita bersaing dengan produk-produk dari luar negri adalah Harga dan Kualitas. Dua hal ini adalah yang paling mudah untuk dimengerti dan menjadi factor yang cukup berpengaruh. Bagaimana menghasilkan harga yang dapat bersaing, pada artikel ini, akan dibahas mengapa suatu perusahaan sulit untuk menerapkan harga yang bersaing dan pemborosan apa saja yang bisa terjadi.

 

 

Tahukah Anda bahwa banyak perusahaan tidak menyadari terjadinya pemborosan-pemborosan yang tidak terlihat berada di dalamnya. Pemborosan-pemborosan yang tidak terlihat inilah yang menyebabkan suatu Harga Pokok Produksi (HPP) menjadi membengkak tanpa kita sadari. Dalam Kamus Bahasa Indonesia arti dari kata pemborosan adalah suatu kegiatan yang tidak menghasilkan nilai tambah. Lalu pemborosan apa saya yang bisa ada di suatu perusahaan ? Mari kita bahas satu persatu.

 

Yang pertama adalah menghasilkan produk cacat, tentu saja kita semua paham mengapa produk cacat bisa menyebabkan pemborosan. Karena suatu produk cacat harus mengalami proses ulang ataupun proses perbaikan, proses-proses yang berlangsung ini tentu saja akan memakan banyak biaya, dan meskipun produk cacat ini tidak diproses ulang, produk ini akan tetap masuk dalam perhitungan HPP suatu perusahaan, Mari kita berandai-andai dengan menghasilkan begitu banyak produk cacat dalam suatu proses produksi dan membebankannya pada produk yang baik, betapa besarnya perhitungan HPP yang bisa dihasilkan ?

 

Yang kedua adalah lingkungan tempat bekerja atau lingkungan produksi, mungkin saja akan banyak pembaca yang bertanya-tanya mengapa suatu lingkungan tempat bekerja bisa menjadi sebuah pemborosan yang tidak terlihat ? Alasannya adalah karena suatu lingkungan yang tidak terawatt atau pun tidak terjamin keamananya bisa menyebabkan berbagai hal yang merugikan terjadi pada proses kegiatan bisnis. Coba bayangkan apabila dengan lingkungan yang tidak aman, akan menyebabkan kecelakaan kerja terhadap pekerja yang ada lalu efeknya adalah waktu proses produksi akan menjadi lebih lama dari sebelumnya, perusahaan perlu mengeluarkan biaya untuk mengobati pekerja yang terluka dan sebagainya. Dan lagi-lagi semuanya berimbas pada perhitungan HPP sebuah perusahaan, tentu saja perusahaan tidak mau rugi dengan mengeluarkan biaya pengobatan tanpa ada penggantinya. Yang terjadi adalah masukan saja pengeluaran yang ada di dalam perhitungan HPP.

 

Yang ketiga adalah Overproduction atau yang sering kita sebut dengan produksi yang berlebihan. Banyak perusahaan tidak sadar dengan buruknya produksi yang berlebihan. Mereka hanya berpikir dengan memproduksi yang sebanyak banyaknya akan mempermudah proses bisnis mereka, karena konsumen akan senang dengan produk-produk yang ready stock padahal perilaku seperti ini cukup riskan melihat perkembangan pasar saat ini, yang dimana konsumen menjadi cepat bosan akan suatu produk. Dan bila itu terjadi, perusahaan yang memproduksi sebanyak-banyaknya akan kesulitan menjual produknya dan cash flow pun akan terhambat. Bukankah itu termasuk pemborosan ?

 

Yang keempat adalah waktu menunggu, hal yang terlihat cukup sederhana ini ternyata merupakan pemborosan yang paling sering terjadi hampir diseluruh perusahaan baik itu perusahaan besar ataupun kecil. Mengapa ? Mari kita berandai-andai apabila kita membeli suatu barang di sebuah toko, lalu kita memesan kepada pegawai yang melayani kita, kemudian kita diminta untuk menunggu karena barang yang kita inginkan akan diambil. Akan tetapi ternyata setelah beberapa saat kita menunggu barang yang kita inginkan tidak kunjung ada, dan kita tetap diminta untuk menunggu, kira-kira apa yang terjadi ? Tentu saja kita menjadi kesal dan kemungkinan terbesar adalah kita meninggalkan toko itu dan mencari barang yang kita perlukan di tempat lain. Bukankah kehilangan seorang pelanggan merupakan pemborosan ?

 

Yang kelima adalah tidak optimalnya kemampuan pegawai yang kita miliki. Pernahkah kita membayangkan bahwa pegawai atau pekerja yang kita miliki merupakan suatu sumber daya yang bisa kita kembangkan ? Dengan tidak mengembangkan kemampuan dari pekerja kita dan memilih untuk pekerja baru yang sudah memiliki kemampuan yang ada merupakan pemborosan. Padahal dengan sedikit perhatian yang diberikan untuk pekerja yang ada kita bisa meningkatkan kemampuannya dan tentu saja itu lebih hemat daripada kita mencari pekerja yang sudah “jadi” dan pastinya loyalitas pekerja lama akan lebih besar daripada pekerja yang baru kita rekrut.

 

Yang keenam adalah alat angkut atau transportasi, peralatan yang dimaksud bisa berbagai macam semisal handlift, kereta dorong, forklift. Mengapa alat transportasi menjadi sebuah pemborosan ? Bukan kah itu merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi, atau pun semacam investasi ? Untuk menjawab itu kita perlu kembali lagi melihat alasan mengapa kita harus membeli peralatan tersebut. Apabila peralatan disebut dibeli karena harus memindahkan benda yang letaknya cukup jauh dan berat tentu kita berpikir kita harus membeli suatu alat yang bisa membantu kita. Akan tetapi apakah penempatan dari barang tersebut sudah tepat ? Semisal benda memiliki massa yang sangat berat dan termasuk golongan produk fast moving, tapi barang tersebut diletakkan berjauhan dari pintu keluar bukankah itu suatu kesalahan ? Karena kesalahan tersebut kita menjadi seakan akan membutuhkan peralatan untuk mengangkutnya. Bukan kah itu merupakan suatu pemborosan dimana kita menginvestasikan sesuatu yang belum kita butuhkan ?

 

Tempat penyimpanan menjadi pemborosan ketujuh dalam pembahasan ini, apa yang salah ? Barang-barang yang kita simpan, menjadi timbulnya pemborosan tempat penyimpanan ini terjadi. Mengapa bisa begitu ? Mari coba bayangkan, dengan menyimpan barang secara asal dan tidak beraturan, bukannkah akan memakan ruang yang lebih besar daripada yang seharusnya ? Dan ketika ruangan itu penuh aktifitas produksi kita terganggu karena tidak ada tempat untuk menyimpan. Jadi bisa kah suatu tempat penyimpanan menjadi pemborosan yang tidak terlihat ? Anda yang menilai sendiri.

 

Dan yang terakhir dari seluruh pembahasan mengenai jenis-jenis pemborosan adalah pemborosan “gerakan” atau dalam bahasa inggrisnya kita sebut motion . Motion menjadi salah satu pemborosan terbesar yang selalu ada disetiap perusahaan. Mari kita coba berimajinasi, seorang montir yang sedang memperbaiki mobil di suatu bengkel, membutuhkan berbagai peralatan yang menunjang pekerjaannya. Dan apabila montir ini membutuhkan obeng dia harus berjalan dulu untuk mengambil obeng yang berada di lemari, lalu butuh palu kembali mengambil di lemari dan sebagainya. Efektifkah pekerjaan montir tersebut ? Untuk mempersiapkan peralatannya saja sudah memakan waktu beberapa menit. Hal sepele ini lah yang sering terjadi dan tidak terdeteksi.

 

Ada 8 pemborosan yang telah disebutkan, jadi bukankah suatu bencana apabila semua pemborosan ini berada pada perusahaan Anda ? Mari mulai menilai apa yang terjadi di dalam perusahaan Ada. Manakah dari 8 pemborosan di atas yang terjadi di tempat Anda ?

 

Salah satu cara mengatasi pemborosan adalah dengan menggunakan sistem 5R. Metode ini merupakan akronim dari Ringkas Rapi Resik Rawat dan Rajin. Di dalamnya terdapat langkah-langkah yang harus diterapkan untuk menghilangkan pemborosan. Suatu metode yang sangat sederhana tetapi apabila dilakukan dengan penuh komitmen akan berdampak sangat besar. Untuk mengetahui lebih jelasnya apa itu 5R dan dampak positif apa yang bisa didapatkan oleh 5R akan dijelaskan di artikel selanjutnya.

 

SALAM IMPROVEMENT!!