Standar sistem manajemen yang telah dikeluarkan oleh ISO pasti akan mengalami perubahan / revisi. Review yang mendalam terhadap standar tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana standar tersebut masih memenuhi kebutuhan suatu organisasi yang menerapkan. 

ISO 14001 pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996, untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam hal pengelolaan lingkungan hidup sejalan dengan kebijakan dan sasaran organisasi tersebut. Kemudian, pada tahun 2004 mengalami perubahan / revisi pertama, hal ini untuk mendukung sistem manajemen yang terintegrasi dan sejalan dengan penerapan Sistem Manajemen Kualitas / ISO 9001 : 2008.

Pada tahun 2008, ISO 14001 telah disepakati untuk dilakukan perubahan / revisi dan telah diterbitkan pada 15 September 2015 dengan perubahan yang besar. Perubahan besar ini diharapkan dapat merubah paradigma dan tantangan bagi organisasi yang telah atau akan menerapkan standar ini. Tetapi tetap sejalan dengan tujuan awal pembuatan standar ini yaitu salah satunya meningkatkan kinerja lingkungan organisasi.

 

Beberapa hal yang melandasi perubahan standar tersebut ialah adanya tuntutan dunia yang berubah, menyelaraskan dengan sistem manajemen lain, pendekatan integrasi di manajemen organisasi, landasan konsistensi di masa mendatang, merefleksikan peningkatan lingkungan yang semakin kompleks, memastikan standar terbaru ini merefleksikan kebutuhan kelompok – kelompok potensial dan berkepentingan, serta menambah kemampuan organisasi untuk meningkatkan environtmental performace.

 

Pada intinya tetaplah bahwa Standar Sistem Manajemen yang dikeluarkan oleh ISO menerapkan siklus PLAN – DO – CHECK – ACTION (PDCA) dan peningkatan berkelanjutan. Versi sebelumnya baik 1996 dan 2004 fokus terhadap implementasi pemenuhan peraturan perundangan dan persyaratan lain dengan tujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Namun, edisi sebelumnya belum menjelaskan secara detail mengenai pencegahan kerusakan lingkungan yang lebih besar lagi, misalnya: perubahan iklim, pengelolaan penggunaan sumber daya (energi, alam, air, dan lain – lain), pengelolaan limbah dan penurunan kualitas lingkungan. Di dalam versi 2015 ini, diharapkan dapat lebih menjelaskan secara detail mengenai isu – isu lingkungan yang terjadi saat ini dan yang akan datang.

 

Adapun beberapa perubahan utama di ISO 14001:2015 antara lain, sebagai berikut : yang pertama pengenalan konteks aspek dan dampak lingkungan internal & eksternal dengan mempertimbangkan harapan stakeholders, kedua, menuntut komitmen, keterlibatan dan kepemimpinan yang lebih besar dari top manajemen, ketiga  lebih mudah untuk disesuakan dengan kebijakan strategis tentang lingkungan, keempat, lebih melindungi lingkungan dengan pendekatan proaktif dan inisiatif, kelima, komunikasi dan sosialisasi yang lebih efektif melalui strategi komunikasi internal dan eksternal dan yang keenam, berbasis Life Cycle Thinking dan Supply Chain yang mempertimbangkan setiap tahapan proses penyediaan produk atau jasa sejak tahap pengembangan produk atau jasa sampai end of life nya.

 

Hal yang paling mencolok dari ISO 14001:2015 adalah struktur klausulnya yang berubah sangat signifikan, yaitu dari 4 klausul pada ISO 14001:2004 menjadi 10 klausul pada ISO 14001:2015, dengan rincian sebagai berikut :

Klausul pertama : Scope (Ruang Lingkup).

Klausul kedua : Normative References (Acuan Normatif).

Klausul ketiga : Terms and Definitions (Istilah dan Definisi).

Klausul keempat : Context of the Organization (Konteks Organisasi).

Klausul kelima : Leadership (Kepemimpinan).

Klausul keenam : Planning (Perencanaan).

Klausul ketujuh : Support (Dukungan).

Klausul kedelapan : Operation (Operasi).

Klausul kesembilan : Performance Evaluation (Evaluasi Kinerja).

Klausul kesepuluh : Improvement (Peningkatan).

 

Perubahan struktur klausul tersebut bertujuan untuk menyeragamkan seluruh standar ISO. Sebagaimana yang telah saya bahas sebelumnya tentang perubahan utama pada ISO 9001:2015,  struktur klausulnya berubah menjadi 10 klausul. HaI tersebut dilakukan agar integrasi standar – standar ISO lebih mudah. Perubahan dari ISO 14001:2004 ke ISO 14001:2015 tersebut diantaranya adalah :

 

ISO 14001:2015 mengadopsi Struktur Tingkat Tinggi (High Level Structures), pedoman yang digunakan untuk pengembangan semua standar ISO baru.

 

ISO 14001:2015 memperkenalkan dua klausul baru yang berkaitan dengan konteks organisasi, yang mengharuskan organisasi untuk menentukan isu – Isu dan persyaratan yang dapat berdampak pada perencanaan kualitas sistem manajemen dan dapat digunakan sebagai masukan ke dalam pengembangan Sistem Manajemen Lingkungan. Klausul ini dapat ditemukan di bagian 4.1 dan 4.2.

 

Kepemimpinan – Sejalan dengan perkembangan jaman, kepemimpinan ini menjadi poin utama di dalam perusahaan / organisasi dalam menentukan arahan dan keputusan penerapan sistem manajemen. Oleh karena itu, dalam versi yang terbaru ini kepemimpinan dijadikan poin utama untuk menggerakkan sistem manajemen lingkungan. Untuk memastikan kesuksesan penerapan sistem manajemen lingkungan, peran kepemimpinan dibuat untuk senantiasa mempromosikan dan mendukung penerapan sistem manajemen lingkungan. Peran – peran kepemimpinan antara lain : memastikan bahwa sumber daya tercukupi dalam mendukung penerapan sistem manajemen lingkungan, menentukan kebijakan lingkungan, menentukan peran – peran setiap fungsi dan tingkatan di dalam organisasi dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan dan memberikan arahan strategi pengelolaan lingkungan yang sejalan dengan pencapaian.

 

Sehubungan dengan Kebijakan Lingkungan, di dalam ISO 14001 keluaran 2015 akan ada penekanan terhadap Perlindungan Lingkungan Hidup yang berhubungan dengan ruang lingkup perusahaan, contohnya antara lain, keberlanjutan sumber daya (air, mineral, energi, dan lain – lain), pencegahan perubahan iklim, dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistemnya. Di dalam kebijakan lingkungan perusahaan / organisasi yang akan datang diharapkan lebih fokus terhadap isu – isu lingkungan yang terjadi saat ini.

 

Melindungi lingkungan – Harapan organisasi telah diperluas dengan berkomitmen untuk inisiatif proaktif untuk melindungi lingkungan dari bahaya dan degradasi, konsisten dengan konteks organisasi. Teks revisi tidak mendefinisikan “melindungi lingkungan” tapi mencatat bahwa itu dapat mencakup pencegahan polusi, penggunaan sumber daya berkelanjutan, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem dan lain – lain.

 

Kinerja lingkungan – Ada pergeseran penekanan terkait dengan perbaikan terus – menerus untuk meningkatkan kinerja lingkungan yang konsisten dengan komitmen kebijakan organisasi dalam mengurangi emisi, limbah dan limbah ke tingkat yang ditetapkan oleh organisasi.

 

Pemikiran lifecycle – Selain kebutuhan saat ini untuk mengelola aspek lingkungan yang terkait dengan barang / jasa yang dibeli, organisasi akan perlu untuk melakukan kontrol mereka terhadap dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan produk dan pemakaian akhir / pembuangan produk yang digunakan. Ini bukan berarti dipersyaratakan untuk melakukan assesmen lifecycle.

 

Komunikasi – ISO 14001 versi yang terbaru nantinya akan membuat klausul terpisah antara komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Di dalam komunikasi internal hamper masih sama dengan versi yang sebelumnya (2004), yaitu menentukan komunikasi pada setiap level dan fungsi di dalam perusahaan terkait dengan aspek lingkungan dan performa lingkungan, tapi ada sedikit tambahan yaitu mengenai respon terhadap inputan dari peningkatan performa lingkungan.

 

Komunikasi eksternal dalam versi yang terbaru nantinya berhubungan dengan laporanlaporan /  komunikasi – komunikasi yang terkait dengan performa lingkungan yang dituntut dari persyaratan peraturan perundangan dan persyaratan lain. Di Indonesia sendiri laporan performa lingkungan dapat dituangkan di dalam Laporan Pelaksanaan UKL – UPL/AMDAL. Jadi tidak terlalu sulit bagi perusahaan di Indonesia, namun sebagai tambahan laporan ini juga bisa berupa Annual Report di perusahaan yang biasanya untuk kepentingan RUPS atau Public Report.

 

Dokumentasi – Revisi menggabungkan istilah “informasi terdokumentasi”, bukan “dokumen dan catatan”, untuk menyelaraskan dengan ISO 9001, dan organisasi akan mempertahankan fleksibilitas untuk menentukan apa saja  prosedur yang diperlukan untuk memastikan proses kontrol yang efektif.

 

ISO 14001: 2015 harus digunakan oleh setiap organisasi yang ingin mendirikan, memperbaiki, atau mempertahankan sistem manajemen lingkungan agar sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan dan persyaratan lingkungan. Persyaratan standar yang dapat dimasukkan ke dalam sistem manajemen lingkungan, sejauh mana ditentukan oleh beberapa faktor termasuk industri organisasi, kebijakan lingkungan, produk dan penawaran layanan, dan lokasi. ISO 14001: 2015 adalah relevan untuk semua organisasi, terlepas dari ukuran, lokasi, sektor, atau industri.

 

Menggunakan ISO 14001: 2015 memiliki banyak manfaat bagi organisasi dengan sistem manajemen lingkungan. Organisasi dan perusahaan menemukan bahwa menggunakan standar ISO 14001: 2015 membantu mereka : menurunkan potensi negatif / dampak negatif terhadap lingkungan, meningkatkan kinerja lingkungan, memperbaiki tingkat pemenuhan peraturan tentang lingkungan,mengurangi dan mengatasi resiko lingkungan yang mungkin timbul, dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan, dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja, dapat memelihara hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah, ataupun terhadap pihak – pihak lain yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, memberikan jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak Top Manajemen terhadap lingkungan,  dapat mengangkat citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan konsumen, memperbesar pangsa pasar, mempermudah dalam memperoleh ijin dan akses kredit bank, meningkatkan motivasi para pekerja, meningkatkan hubungan dengan pemasok, sebagai langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan.

 

Sedangkan manfaat yang paling penting dari perubahan tersebut adalah pertama, persoalan kepemimpinan, bagaimana leadership sangat ditekankan. Kedua, pola berpikir berdasar risiko (risk based approach). Ketiga bahasa sangat sederhana dan terminologinya. menyelaraskan kebijakan lingkungan dan ruang lingkup dari strategi organisasinya. Keempat berfokus pada hasil yang direncanakan. Kelima fleksibel untuk informated documentation. Terakhir meningkatkan pengendalian risiko.

 

Standar Internasional ISO 14001:2015 ini perlu segera diterapkan, baik baru maupun peningkatan dari ISO 14001:2004  di perusahaan agar pengelolaan lingkungan lebih up to date apalagi bagi perusahaan yang mengikuti program PROPER. Pengetahuan, wawasan, alat dan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia dalam membentuk dan menerapkan ISO 14001:2015 mesti dilakukan secara berkesinambungan, termasuk mengintegrasikan seri ISO 14000 lainnya dan program lingkungan seperti, PROPER, AMDAL / UKL – UPL, Program Hemat Energi, Green Industry dan lain – lain.

Apakah Anda telah siap untuk menyambut perubahan standar ini dan menerapkannya ?, jika belum, masih ada waktu 3 tahun bagi Anda untuk mempersiapkan diri.

 

Salam perubahan.