Saat ini, proses sertifikasi halal masih dilakukan di bawah kendali Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ada delapan tahap yang harus dilalui sebuah perusahaan jika ingin mendapat sertifikat halal dari MUI. Salah satunya adalah perusahaan membuat Sistem Jaminan Halal (SJH). Sistem itu mencakup penetapan kebijakan halal, penetapan Tim Manajemen Halal, pembuatan manual SJH, pelaksanaan pelatihan, penyiapan prosedur terkait SJH, pelaksanaan internal audit, dan kaji ulang manajemen. Namun, mulai 17 Oktober 2019, proses sertifikasi bakal melibatkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). BPJPH bertindak sebagai regulator, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) selaku auditor, dan MUI sebagai pemberi fatwa halal.

Perusahaan yang akan mensertifikasikan halal untuk produknya dituntut menyiapkan suatu sistem untuk menjamin kesinambungan proses produksi halal secara konsisten. Sistem inilah yang disebut sebagai Sistem Jaminan Halal (SJH). Sistem jaminan halal merupakan sebuah sistem yang mengelaborasikan, menghubungkan, mengakomodasikan dan mengintegrasikan konsep – konsep syariat Islam khususnya terkait dengan halal haram, etika usaha dan manajemen keseluruhan, prosedur dan mekanisme perencanaan, implementasi dan evaluasinya pada suatu rangkaian produksi atau olahan bahan yang akan dikonsumsi umat Islam.

 

Sistem ini dibuat untuk memperoleh dan sekaligus menjamin bahwa produk – produk tersebut halal. Sistem jaminan halal dibuat sebagai bagian integral dari kebijakan perusahaan, bukan merupakan sistem yang berdiri sendiri. Sistem jaminan halal sebagai sebuah sistem pada suatu rangkaian produksi. Konsep – konsep syariat dan etika usaha akan menjadi input utama dalam sistem jaminan halal. Sistem jaminan halal senantiasa akan dijiwai dan didasari kedua konsep tersebut. Prinsip sistem jaminan halal pada dasarnya mengacu pada konsep Total Quality Manajement (TQM), yaitu sistem manajemen kualitas terpadu yang menekankan pada pengendalian kualitas pada setiap lini.

 

 

Sistem jaminan halal harus dipadukan dalam keseluruhan manajemen, yang berpijak pada empat konsep dasar, yaitu komitmen secara konsisten dapat memenuhi permintaan dan persyaratan konsumen, meningkatkan mutu produksi dengan harga yang terjangkau, produksi bebas dari kerja ulang, bebas dari penolakan dan penyidikan. Untuk mencapai hal tersebut perlu menekankan pada tiga aspek, yaitu : zero limit, zero defect dan zero risk. Dengan penekanan pada tiga zero tersebut, tidak boleh ada sedikitpun barang haram yang digunakan, tidak boleh ada proses yang menimbulkan keharaman produk, dan tidak menimbulkan resiko dengan penerapan ini. Oleh karena itu perlu adanya komitmen dari seluruh bagian organisasi manajemen, dimulai dari pengadaan bahan baku sampai distribusi pemasaran.

 

Sistem Jaminan Halal dalam penerapannya harus diuraikan secara tertulis dalam bentuk Manual Halal yang meliputi lima aspek : 1). Pernyataan kebijakan perusahaan tentang halal (Halal policy), 2). Panduan halal (Halal Guidelines), 3). Sistem Organisasi Halal, 4). Uraian titik kendali kritis keharaman produk, 5). Sistem audit halal internal. Manual halal harus dibuat secara terperinci disesuaikan dengan kondisi masing – masing perusahaan agar dapat dilaksanakan dengan baik. Panduan halal merupakan sistem yang mengikat seluruh elemen perusahaan. Dengan demikian harus disosialisasikan pada seluruh karyawan dilingkungan perusahaan, tidak hanya diketahui oleh pihak manajemen. Secara teknis panduan halal dijabarkan dalam bentuk prosedur pelaksanaan baku (Standard Operating Prosedure / SOP) untuk tiap bidang yang terlibat dengan produksi secara halal.

 

Selain itu, ada enam prosedur yang harus dilalui agar produk dari sebuah perusahaan mendapat sertifikat halal sesuai UU JPH. Pertama – tama, perusahaan harus mengajukan permohonan sertifikat halal secara tertulis kepada BPJPH. Setelah permohonan diterima, BPJPH menetapkan LPH yang akan bertugas memeriksa atau menguji kehalalan produk. LPH kemudian melakukan tugasnya di lokasi produksi dan hasil penelitian itu diserahkan kepada BPJPH. Selanjutnya, BPJPH harus memberikan hasil pemeriksaan LPH kepada MUI. Setelah itu, MUI menggelar sidang fatwa halal untuk menentukan kehalalan produk yang diajukan. Jika produk terkait dinyatakan halal, BPJPH berhak menerbitkan sertifikat. Produk yang dinyatakan tidak halal akan dikembalikan ke pemohon, disertai alasan dari MUI dan BPJPH.

Karena relatif baru, BPJPH masih berusaha menyiapkan sejumlah infrastruktur untuk menerapkan Undang – Undang Jaminan Produk Halal (JPH), salah satunya adalah melakukan persiapan dalam hal penerimaan pendaftaran produk halal. Sistem Informasi Halal tersebut telah dilakukan uji coba pada bulan Maret – April 2019 lalu. Sementara menunggu kesiapannya, maka proses sertifikasi halal masih dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia hingga perangkat aturan pendukung dan infrastruktur sistem informasi halal siap beroperasi secara menyeluruh. Salah satu regulasi yang saat ini dikebut pembahasannya adalah Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Jika RPP JPH tersebut selesai ditandatangani dan disahkan menjadi PP JPH, maka kewenangan penerbitan sertifikasi halal berada sepenuhnya di BPJPH selaku leading sector Jaminan Produk Halal.

 

Mulai tahun 2019 ini, produk yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia adalah WAJIB memiliki sertifikat halal, sesuai Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Aturan wajib sertifikat halal akan diimplementasikan mulai 17 Oktober 2019. Bagaimana proses pengurusan sertifikat halal bagi perusahaan?. Dalam melakukan tahapan sertifikasi halal, para pelaku usaha perlu menerapkan 11 kriteria Sistem Jaminan Halal (SJH), yang dapat dijabarkan sebagai berikut :

 

Pertama, Kebijakan Halal. Kebijakan halal ini merupakan kebijakan tertulis sebagai upaya untuk menunjukkan komitmen untuk memproduksi produk halal secara konsisten. Kebijakan halal ini perlu disosialisasikan oleh manajemen puncak kepada seluruh pemangku kepentingan perusahaan, termasuk kepada pemasok material terkait.

 

Kedua, Tim Manajemen Halal. Manajemen puncak harus menetapkan Tim Manajemen Halal yang mencakup semua bagian yang terlibat dalam aktifitas kritis serta memiliki tugas, tanggungjawab dan wewenang yang jelas.Tim ini memiliki kewenangan untuk menyusun, mengelola dan mengevaluasi SJH yang terdiri dari semua yang terlibat dalam aktifitas kritis.

 

Ketiga, Pelatihan dan Edukasi. Training atau pelatihan yang dilakukan bisa meliputi pembuatan SOP (Standard Operating Procedure) pelatihan SJH mencakup evaluasi kelulusan, kemudian training eksternal ke LPPOM MUI untuk perwakilan Tim Manajemen Halal, kemudian training internal untuk semua personil yang terlibat dalam implementasi SJH, serta edukasi terkait SJH yang berkaitan dengan perusahaan. Pelatihan internal harus dilaksanakan minimal setahun sekali dan pelatihan eksternal harus dilaksanakan minimal dua tahun sekali.

 

Keempat, Bahan yang perlu dilengkapi dengan dokumen pendukung, seperti: Sertifikat halal (jika ada, yang dikeluarkan oleh LLPOM MUI atau Lembaga yang diakui oleh LPPOM MUI), Diagram alur proses, Statement of Pork Free Facility dari Produsennya, Spesifikasi, MSDS, CoA. Setelah itu, dibuat daftar bahan halal yang disetujui LPPOM MUI kemudian didistribusikan ke seluruh bagian terkait. Para pelaku usaha harus mempunyai dokumen pendukung untuk semua bahan yang digunakan, kecuali bahan tidak kritis atau bahan yang dibeli secara retail. Bahan yang dimaksud bukan hanya bahan baku utama saja, melainkan juga bahan baku pendukung.

 

Kelima, Produk. Karakteristik atau profil sensori produk tidak boleh memiliki kecenderungan bau atau rasa yang mengarah kepada produk haram atau yang telah dinyatakan haram berdasarkan fatwa MUI. Merk atau nama produk yang didaftarkan untuk disertifikasi tidak boleh menggunakan nama yang mengarah pada sesuatu yang diharamkan atau ibadah yang tidak sesuai dengan syariah Islam. Produk pangan eceran (retail) dengan merk sama yang beredar di Indonesia harus didaftarkan seluruhnya untuk sertifikasi, tidak boleh jika hanya didaftarkan sebagian.

 

Keenam, Fasilitas Produksi. A). Industri pengolahan : (i) Fasilitas produksi harus menjamin tidak adanya kontaminasi silang dengan bahan atau produk yang haram atau najis; (ii) Fasilitas produksi dapat digunakan secara bergantian untuk menghasilkan produk yang disertifikasi dan produk yang tidak disertifikasi selama tidak mengandung bahan yang berasal dari babi atau turunannya, namun harus ada prosedur yang menjamin tidak terjadi kontaminasi silang. B). Restoran atau Katering  atau Dapur: (i) Dapur hanya dikhususkan untuk produksi halal; (ii) Fasilitas dan peralatan penyajian hanya dikhususkan untuk menyajikan produk halal. C). Rumah Potong Hewan (RPH): (i) Fasilitas RPH hanya dikhususkan untuk produksi daging hewan halal; (ii) Lokasi RPH harus terpisah secara nyata dari RPH/peternakan babi; (iii) Jika proses deboning dilakukan di luar RPH tersebut, maka harus dipastikan karkas hanya berasal dari RPH halal; (iv) Alat penyembelih harus memenuhi persyaratan. Dengan kata lain, ruang penyimpanan bahan baku dengan ruang pencucian perlu dipisah. Selain itu, ruang sampling untuk material yang berasal dari hewan dan non hewan juga perlu dipisah sampai dengan pengemasan primer.

 

Ketujuh, Prosedur Tertulis untuk Aktifitas Kritis. Pelaku bisnis harus mempunyai prosedur tertulis mengenai pelaksanaan aktifitas kritis, yaitu aktifitas pada rantai produksi yang dapat mempengaruhi status kehalalan produk. Aktifitas kritis dapat mencakup seleksi bahan baru, pembelian bahan, pemeriksaan bahan datang, formulasi produk, produksi, pencucian fasilitas produksi dan peralatan pembantu, penyimpanan dan penanganan bahan dan produk, transportasi, pemajangan (display), aturan pengunjung, penentuan menu, pemingsanan, penyembelihan, disesuaikan dengan proses bisnis perusahaan (industri pengolahan, RPH, restoran atau katering atau dapur). Prosedur tertulis aktifitas kritis dapat dibuat terintegrasi dengan prosedur sistem yang lain. Yang menjadi kunci adalah pembelian bahan, jangan sampai bahan yang dibeli itu sertifikat halalnya lewat. Atau kita punya dua pemasok, dimana yang satu sudah halal, yang satu belum, hal ini akan menjadi masalah.

 

Kedelapan, Kemampuan Telusur (Traceability). Pelaku bisnis harus mempunyai prosedur tertulis untuk menjamin kemampuan telusur produk yang disertifikasi berasal dari bahan yang memenuhi kriteria (disetujui LPPOM MUI) dan diproduksi difasilitas produksi yang memenuhi kriteria (bebas dari bahan babi atau turunannya). Ketelusuran produk diawali dengan membuat prosedur kemampuan telusur halal, kemudian pengaturan pencatatan penggunaan bahan dan fasilitas produksi, serta mempersiapkan retained sample bahan dan produk jadi. Bukti ketertelusuran itu perlu disimpan.

 

Kesembilan, Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria. Terhadap produk yang tidak memenuhi kriteria, perlu dibuat prosedur penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria serta definisi yang tepat mengenai produk yang tidak memenuhi kriteria, termasuk cara penanganannya, yaitu tidak dijual ke konsumen yang mempersyaratkan produk halal dan jika terlanjur dijual maka harus ditarik.

 

Kesepuluh, Audit Internal. Di antara hal – hal yang perlu dilakukan adalah dengan membuat prosedur dan checklist audit yang dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali dan dilaksanakan oleh auditor halal yang kompeten dan independen. Kemudian hasil audit tersebut disampaikan ke LPPOM MUI melalui CEROL serta tim manajemen halal, auditor, auditee, dan manajemen dalam bentuk laporan berkala setiap 6 (enam) bulan sekali.

 

Kesebelas, Kajian Ulang Manajemen yang pelaksanaannya dapat diintegrasikan dengan sistem lain. Kajian Ulang Manajemen ini dilakukan minimal dalam 1 (satu) tahun sekali dengan dihadiri oleh Top Management, kemudian hasilnya disampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk semua aktifitas.

 

Kesebelas hal tersebut diatas inilah yang akan menjadi obyek audit dari LPPOM MUI, untuk itu para pelaku usaha yang akan mengurus sertifikat halal harus menyiapkan kesebelas kriteria Sistem Jaminan Halal dengan sebaik–baiknya.

 

Semoga bermanfaat.

Balance Scoreboard Sebagai Alat Pengukur Kinerja Perusahaan

Balanced Scorecard adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas – aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dema kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan peralatan analog pada tahun 1987.

Serba Serbi Good Manufacturing Practices

Seiring semakin pesatnya perkembangan jaman, hal ini tentunya mempengaruhi pemikiran masyarakat
agar lebih pandai dalam memilih segala jenis produk yang diinginkan. Tentunya hal ini menjadi perhatian
bagi banyak industri untuk bersaing mendapatkan perhatian dari pelanggan.

Clean Room untuk Mewujudkan Budaya Bersih di Lingkungan Kerja

Sebelum kita mendalami fungsi penerapan Clean Room dilingkungan kerja, kita perlu mengerti terlebih dahulu apa yang disebut dengan Clean Room. Clean Room adalah ruang lingkup kerja atau lingkungan yang biasa digunakan di industri manufaktur, termasuk produk farmasi atau penelitian ilmiah, serta aplikasi teknik semikonduktor kedirgantaraan dengan tingkat polusi lingkungan yang rendah seperti debu, mikroba udara, partikel aerosol, dan uap kimia.

Jaminan Mutu pada Penggunaan Kosmetik

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan hidup manusia semakin berkembang. Tidak hanya kebutuhan akan sandang, pangan, pendidikan dan kesehatan saja, namun kebutuhan akan mempercantik diri pun sekarang menjadi prioritas utama dalam menunjang penampilan sehari – hari.

Perubahan Penting Dalam ISO 19011-2018

Revisi standar sistem manajemen ISO bukanlah merupakan sesuatu hal yang baru. Dimulai dengan penerbitan revisi ISO 9001: 2015, perubahan yang dilakukan untuk menyelaraskan berbagai standar sistem manajemen ISO selama beberapa tahun terakhir telah menjadi substansial.

Just in Time ( JIT )

Kemajuan teknologi yang sangat pesat pada perusahaan manufaktur mengakibatkan berkurangnya pemakaian tenaga kerja langsung pada satu sisi, namun disisi lain memerlukan pengeluaran investasi yang relatif besar untuk menggunakan peralatan yang modern.

Bedah Pemborosan

Jika anda ingin membuat bisnis anda bertumbuh, maka tingkatkan profitnya melalui waste reduction.
Jangan hanya sekedar ikut – Ikutan melakukan outsourcing serta memindahkan pabrik ke wilayah
lain atau bahkan ke luar negeri. Percayakah anda bahwa hanya 5% dari waktu kerja karyawan yang
benar – benar dihabiskan untuk pekerjaan yang dihargai / dibayar oleh customer?.

Autonomous Maintenance

Studi tentang sebab – sebab kegagalan atau kecelakaan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama.

Lean Manufacturing dan Kepuasan Pelanggan

7 September 2014, Ciputra Entrepreneurship :
Pelanggan kadang kala kecewa dengan produk dan layanan yang telah Anda berikan. Tentunya, hal ini harus disikapi dengan bijak. Anda dan karyawan Anda harus dapat memberikan solusi yang terbaik agar pelanggan tidak kecewa bahkan menjadi pelanggan loyal Anda ….

SMART System bagi Perusahaan

Pengukuran kinerja perusahaan menjadi hal yang sangat penting bagi manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap performa perusahaan dan perencanaan tujuan di masa mendatang.

Penerapan SMK3

Occupational Health and Safety Management Sistem atau di Indonesia lebih akrab dengan sebutan SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja), umumnya mulai diterapkan di organisasi saat terdapat kepentingan yang mempersyaratkan organisasi / perusahaan untuk menerapkan K3.

Lean Six Sigma, Bisnis Siap Berkompetisi!

Globalisasi dan kemudahan akses terhadap informasi, perkembangan produk dan jasa yang pesat telah mengubah bagaimana pelanggan bertransaksi dengan sebuah perusahaan. Model bisnis lama sudah tidak bisa dijalankan lagi

Key Performance Indicator

Mulai berkembangnya pasar global, menyebabkan adanya persaingan yang ketat antara organisasi. Organisasi dituntut untuk mampu memberikan sesuatu yang unggul dan berbeda dari organisasi lainnya sehingga organisasi tersebut mampu bertahan di lingkungan yang kompetitif saat ini

Total Productive Maintenance

Salah satu faktor penunjang keberhasilan suatu industri manufaktur ditentukan oleh kelancaran proses produksi.

Sulit Menyusun Repot Menjalankan

Sistem berasal dari bahasa Latin systēma atau bahasa Yunani sustēma yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.

Supply Chain Management

Persaingan bisnis yang ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya sehari – hari

Pentingnya Kualitas Pelayanan Kesehatan

Kesehatan termasuk dalam hak asasi manusia sebagaimana tercantum dalam UU no 23 tahun 1992 dan telah diperbarui dalam UU No. 36 Tahun 2009. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan.

Identifikasi Pemborosan yang Tersembunyi

Siapkah Anda untuk menghadapi MEA 2015 ? Mampukah Anda bersaing dengan berbagai Negara yang akan memasuki wilayah dan area pasar kita ? Hal yang paling mendasar yang dapat membuat kita bersaing dengan produk-produk dari luar negri adalah Harga dan Kualitas.

Tindakan Koreksi dan Tindakan Pencegahan

Tidak ada sistem yang sempurna, selalu ada masalah dalam suatu sistem, masalah dalam sistem dapat diidentifikasi melalui (khususnya pada tahap – tahap awal) audit, pemantauan / pengukuran, atau evaluasi lainnya.

Produktivitas atau Kualitas

Di dunia bisnis, apapun itu jenisnya, persaingan berkembang semakin tajam dari waktu ke waktu. Kalau kita mengikuti periklanan di berbagai media, baik media elektronik maupun media massa, kita menyadari bahwa satu jenis barang atau jasa yang sama ditawarkan oleh berbagai produsen.

Kualitas Pendidikan

Kompasiana, 30 September 2014, menelaah data tentang tren prestasi siswa yang menunjukkan bahwa pada tahun 2011, peringkat anak-anak Indonesia bertengger di posisi 38 dari 42 negara untuk prestasi matematika, dan menduduki posisi 40 dari 42 negara untuk prestasi sains.

Ayo Wujudkan Budaya K3

Apabila kita membahas K3 di Indonesia, masih perlu banyak perbaikan di sana sini.

Root Cause Analysis

Setiap hari kita dihadapkan dengan masalah dalam berbagai aspek kehidupan kita.

Apa itu SMK3K?

Bidang industri migas (minyak dan gas) dan sejenisnya adalah salah satu bidang industri yang dibidik banyak kalangan.

Waspada Halal Kadaluarsa

Maraknya sertifikat halal kadaluarsa di Indonesia cukup menjadi perhatian para konsumen terutama bagi konsumen muslim.

Perbedaan ISO 45001 dengan OHSAS 18001

Standar Internasional yang banyak diantisipasi di dunia terkait kesehatan dan keselamatan kerja (OH&S) baru saja diterbitkan, dan ditetapkan untuk mengubah praktik di tempat – tempat kerja di dunia. ISO 45001 adalah sebuah standar internasional baru untuk...

Apa Saja di dalam ISO 31000:2018

Sebuah versi baru dari ISO 3100 dipublikasi pada tahun 2018 ini. Dengan ancaman resiko yang terus tumbuh pada pemerintahan, organisasi, perusahaan dan masyarakat, bagaimana standar ini dapat membuat masa depan kita menjadi lebih aman ?   Akibat dari krisis keuangan...

Kini Obat Tradisional Terjamin

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Bahkan didalam urusan kesehatan pun masyarakat Indonesia tak luput dari pilihan penggunaan obat yaitu obat tradisional. Tak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya kepercayaan yang mendalam dalam diri...

Kendali Energi dengan ISO 50001

Sebuah pendapat yang dilontarkan oleh Hejnar (2016) mengatakan bahwa efek yang didapat oleh perusahaan yang menerapkan kendali energi dengan ISO 50001 bisa sangat dramatis.

Kebun Kelapa Sawit Tidak Luput dari Standar Mutu

Ya….. Indonesia merupakan negeri yang kaya raya di bumi pertiwinya baik didaratan maupun dilautan. Dunia mengakui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang patut untuk diacungi jempol.

Serba-Serbi K3

Jumat 22 September 2017 di Kampung Tenggek, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor terjadi peristiwa tragis yang tidak akan terlupakan.

Toyota Production System

Banyak perusahaan kini telah menerapkan Lean manufacturing. Lean manufacturing adalah filosofi manajemen yang sebagian besar berasal dari Toyota Production System (TPS).

Di Balik ISO 9001:2015

ISO 9001:2015 merupakan standar yang diterbitkan oleh Komite ISO (International Organization for Standardization) yang berpusat di Genewa.

ISO 20000

ISO/IEC 20000 merupakan kerangka praktik terbaik untuk membantu organisasi membangun Service Management System (SMS) yang sesuai dengan teknologi yang berubah, selaras dengan tujuan bisnis dan memberikan efisiensi dalam kinerja.

IATF 16949:2016

IATF (International Automotive Task Force) merupakan salah satu organisasi yang membuat standar untuk industri di bidang otomotif.

Implementasi ISO 50001:2001

Pertumbuhan industri berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun disisi lain industri menggunakan energi sekaligus menjadi sektor penghasil gas rumah kaca yang signifikan.

Penerapan IEC 62304 Bagi Perangkat Lunak Alat Medis

Timbulnya kegagalan aplikasi perangkat lunak pada alat medis untuk berfungsi dengan sebagaimana mestinya dapat mengakibatkan cidera serius pada pasien atau bahkan menyebabkan kematian. Sebuah analisa dari 3140 alat medis yang ditarik dari pasaran antara tahun 1992 dan...

Pengenalan Lebih Jauh Tentang ISO 13485

International Organization for Standardization (ISO) menciptakan ISO 13485 sebagai pedoman untuk industri medis. Secara khusus, ISO 13485 membantu manajer memastikan peralatan medis tetap dalam kondisi baik serta memberi panduan dalam pembuatan perangkat medis. Dengan...

ISO 22000 Bagi Keamanan Pangan

Kemajuan jaman, diiringi juga dengan perkembangan industri pangan yang meningkat pesat.  Semakin bervariasinya jenis makanan yang dikonsumsi oleh manusia menjadi pemicu meningkatnya masalah yang ditimbulkan oleh makanan. Tak dapat dipungkiri bahwa keamanan pangan...

ISO 27001 dan Manfaat Keamanan Informasi

Seiring dengan perkembangan laju teknologi, informasi merupakan salah satu aset penting dari perusahaan. Kemampuan untuk menyediakan informasi yang akurat dan cepat menjadi suatu hal yang penting.

IATF 16949:2016, Standar Manajemen Mutu Otomotif Terbaru

Seiring berubahnya ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015, ISO/TS 16949:2009 yang selama ini menjadikan ISO 9001:2008 sebagai bagian dari requirement – nya turut berubah sesuai dengan konsep standar Quality Management System (QMS) yang baru.

Penerapan HACPP dalam Industri Pangan

Sektor pertanian merupakan sektor penting yang masih harus dikembangkan serta membutuhkan
penanganan serius untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Good Manufacturing Practices

Dengan semakin majunya perkembangan jaman, tentunya mempengaruhi pemikiran masyarakat untuk lebih pintar dalam memilih segala jenis produk yang diinginkan.

Six Sigma

Sejarah Six Sigma dimulai pada tahun 1986 sebagai metode berbasis statistik untuk mengurangi variasi dalam proses manufaktur elektronik di Motorola Inc di Amerika Serikat.

Meramal Permintaan Periode Mendatang

Pada umumnya perusahaan membeli atau memproduksi barang tanpa memperkirakan berapa banyak yang akan terjual pada periode berikutnya.

Pengenalan IWA 2

IWA-2 adalah panduan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 bagi lembaga pendidikan. IWA adalah singkatan dari International Workshop Agreement.

Manajemen Kinerja

Secara umum, manajemen kinerja adalah suatu proses manajemen yang dirancang untuk menghubungkan tujuan perusahaan dengan tujuan individu sedemikian rupa, sehingga baik tujuan individu maupun tujuan perusahaan dapat bertemu.

Efektifitas, Efisiensi, dan Manajemen Resiko

Identifikasi resiko adalah suatu usaha untuk menemukan atau mengetahui resiko – resiko yang mungkin timbul dalam kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau perorangan.

Overall Equipment Effectitiveness

Overall equipment effectiveness merupakan “alat ukur” untuk mengetahui sedekat apa proses produksi Anda dengan proses yang sempurna.

Pemahaman Kalibrasi

Bagi anda yang sering berhubungan dengan alat ukur pasti tidak asing lagi dengan istilah kalibrasi. Namun demikian banyak diantara kita tidak benar – benar tahu apa sebenarnya kalibrasi itu.

Kendali Barang dengan SM Gudang

Sistem adalah serangkaian kumpulan interaksi dari sub sistem, dan manajemen adalah ilmu mengelola sumber daya, sedangkan pengertian gudang adalah tempat penyimpanan barang dagangan sementara

SMM dan Produktivitas

Edisi terakhir ISO 9001, ISO 9001:2015 quality management system, baru saja keluar. Edisi ini merupakan revisi dari edisi ISO 9001 yang sebelumnya, ISO 9001:2008

Analisis SWOT

Analisis SWOT pertama kali diperkenalkan oleh Albert S.

Konsep Economic Value Added

Perubahan yang pesat di segala bidang dewasa ini telah menyebabkan terjadinya berbagai revolusi pemikiran di bidang ilmu pengetahuan, tidak terkecuali pengetahuan dibidang ekonomi, manajemen dan bisnis.

Manajemen Biaya

Terlepas dari strategi kompetensi, perusahaan yang ingin sukses menyadari bahwa mereka harus menerapkan manajemen biaya.

Penerapan Manajemen Resiko

Dalam roda perjalanan usaha suatu organisasi atau perusahaan selalu ada risiko yang harus dihadapi. Risiko adalah faktor dari luar maupun dalam yang dapat menyebabkan ketidakpastian dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan.

Training Need Analysis

Pelaksanaan pelatihan (training) merupakan suatu kegiatan investasi untuk mewujudkan sumber daya manusia yang matang dalam segi pemikiran, sikap, maupun keahlian. Namun, upaya peningkatan kompetensi melalui training haruslah tepat sasaran, artinya, pelaksanaan...

Sistem Manajemen Energi ISO 50001

Pertumbuhan industri sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di dunia, khususnya Indonesia, namun disisi lain industri membutuhkan energi dan sekaligus menjadi sektor penghasil gas rumah kaca yang sangat signifikan.

Perbaikan Proses Bisnis

Apa yang dimaksud dengan proses bisnis? Apa saja manfaat dari proses bisnis bagi sebuah perusahaan? Untuk menjawab pertanyaan diatas mari kita mulai dengan definisi dari proses bisnis.

Mengenal ISO-TS 16949

Seperti diketahui bersama, bahwa ISO 9000 Series merupakan salah satu sistem manajemen mutu yang formal serta diterapkan di hampir semua jenis organisasi, termasuk industri otomotif.

Sistem Manajemen Mutu Bagi Industri Otomotif

Seperti diketahui bersama, bahwa ISO 9000 Series merupakan salah satu sistem manajemen mutu yang formal serta diterapkan di hampir semua jenis organisasi, termasuk industri otomotif.

Welcome ISO 9001:2015

Sampai saat artikel ini ditulis, ISO 9001 telah berusia lebih dari seperempat abad dan telah mengalami 3 kali revisi semenjak pertama kali diterbitkan pada tahun 1987 yaitu ISO 9001:1987.

Welcome to ISO 9001:2015

Sampai saat artikel ini ditulis, ISO 9001 telah berusia lebih dari seperempat abad dan telah mengalami 3 kali revisi semenjak pertama kali diterbitkan pada tahun 1987 yaitu ISO 9001:1987.